Thursday, 22 December 2016

Perjalanan Haji Rasulullah SAW


 Perjalanan Haji Rasulullah SWT

  "Khudzuu'anni manaasikakum (Ambilah dariku pelaksanaan manasik hajimu atau ikutilah
Demikianlah sabda Rasulullah tentang pelaksanaan ibadah haji.


Jabir bin Ab-Dullah ra  Menceritakan, ketika Rasulullah melakukan ibadah haji, para sahabat beliau banyak yang ikut untuk melaksanakan haji bersama.

Dengan mengenakan kain ihram, dalam perjalanan tepatnya di Zulhulayfah (Bir Ali), Rasul dan rombongan bertemu Asma Binti Umais  yang baru saja melahirkan putranya.

Kemudian Muhammad bin Abu Bakar  menyuruhnya untuk menanyakan kepada Rasulullah, apa yang harus dilakukan seseorang yang baru saja melahirkan.

Dengan tegas Rasul mengatakan kepada Asma untuk mandi kemudian kembali mengenakan pakeian ihramnya.

Usai salat, Rasulullah kemudian menuju Masjid Al-Baida ', lalu mulay membaca talbiyah dengan suara keras dan diikuti oleh yang lainnya.

"Labbaik allahumma labbaik, Innal hamda wanikmata laka wal mulk laa syarika laka  (Aku datang memenuhi panggilan-mu, aku datang memenuhi perintah-mu, Ya Allah,  sesungguh'nya segala puji dan nikmat itu adalah nikmat-mu, dan pemerintah (Kekuasaan) itu adalah milik-mu, tidak ada sekutu bagi-mu).

Pada saat itu Nabi haya berniat untuk pergi haji karena belum mengetahui atau belum ada perintah untuk Umrah.

Waktu itu kami hanya niat haji sebab kami belum tau tentang umrah, "Demikian sabda Nabi".


Setelah menempuh perjalanan jauh Madinah-Mekah, Nabi dan rombongan sampai di Kabah.

Sebelum memulai tawaf, Rasulullah memegang dan mencium hajar aswad, setelah itu mulai melakukan tawaf.

Rasulullah berjalan dengan cepat (Raml) pada tiga putaran pertama, kemudian berjalan biasa (masyi).

Usai tawaf, Rasul menuju maqam Ibrahim  serta membaca surat Al-Baqarah  ayat 125: "Dan ingatlah ketika kami jadikan baitullah itu tempat berkumpul manusia untuk beribadah, dan tempat yang aman.

Dan jadikanlah sebagian makam Ibrahim sebagai tempat salat.
Dan kami memerintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, maka kalian bersikan rumah-ku ini, untuk orang-orang yang tawaf, iktijaf, rukuk, dan sujud. "

Usai membacakan ayat tersebut, Rasul pun melaksanakan salat sunah 2 rakaat di antara makam Ibrahim dan Kabah.

Pada rakaat pertama, membaca surat Al-Kafirun  dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.

Sesudah salam, Rasulullah kembali lagi ke Hajaratul Aswad, mengusap dan menyciumnya.

Selanjutnya keluar menuju bukit Shafa untuk sa'i.

Ketika mendekati bukit Shafa, Rasul membaca surat   Al-Baqarah  ayat 158; "Bahwasanya Shapa dan Marwah sebagian dari tanda-tanda keagungan agama Allah.

Barang siapa menunaikan ibadah haji dan Umrah, tidak ada salah'nya kalau ia tawaf antara kedua tempat itu.

Dan barang siapa berbuat kebaikan dengan melakukan sendiri, maka Allah Maha pembalas Budi dan Maha Mengetahui. "

Kemudian Rasulullah memulai Sa'i dari bukit Shafa-yang dari ketinggian'nya dapat melihat Kabah dan menghadap Kiblat, lalu beliau bertakbir tiga kali dan membaca doa, " laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai'in Qadiir . La ilaha illallah wahdah shodaqo wa'dah wanasahara Abdah wa hazamal ahzaba wahdah. "

"Tidak ada Tuhan  selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi'nya.

Milik-nyalah pemerintah (kekuasaan) dan segala pujian.

Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tidak ada Tuhan selain Allah, satu-satu'nya yang Maha menepati janji dan menolong para hamba'nya dan menghancurkan musuh-musuh'nya sendirian. "

Usai membaca doa tersebut, Rasul turun dari bukit Shafa ke Marwah dan tiba di Bathnul Waadi '.

Kemudian beliau bersa'i dengan betjalan cepat sampai kebagian yang agak naik (disunahkan berjalan cepat bagi jamaah pria), kemudian berjalan biasa sampai ke bukit Marwah.

Dari atas bukit tersebut beliau menghadap Kiblat, bertakbir serta membaca doa seperti di bukit Shafa.

Demikianlah Rasul melakukan sa'i dari bukit Shafa ke Marwah bolak-balik sebanyak tujuh kali.

Kemudian bersabda ke pada para sahabat yang ikut sa'i bersama beliau, "Kalau seandai'nya kuhadapi persoalan (ini) seperti yang ku hadapi sebelumnya, niscaya aku tidak akan membawa binatang qurban dan akan kujadikan ibadahku ini sebagai umrah.

Oleh karena itu, siapa diantara kamu yang tidak membawa kurban, harus bertahalul dan jadikanlah ibadahmu itu sebagai umrah. "

Salah seorang sahabat 'Suraqah bin Malik' pun bertanya, 'wahai Rasulullah, apakah seperti ini (perbuatan umrah di bulan haji) khusus untuk tahun sekarang ini saja atau untuk selama'nya. "

"Rasul menjawab."
Umrah telah masuk dalam haji dua kali, tidak!
Bahkan untuk seterusnya. "

Rasul berada di Mekkah untuk melaksanakan sa'i bersama istri dan para sahabat selama empat hari.

Berarti Rasulullah telah melaksanakan sebagian haji Ifrad.

Sedangkan untuk yang lain'nya, atas petunjuk Rasul, melaksanakan haji Tamattu.

Selanjutnya pada hari Tarwiyah, yakni Tanggal 8 Zulhijah Tahun 10 H, dengan berihram untuk haji, Rasulullah diikuti para sahabat meninggal kan Mekkah menuju Mina dengan mengendarai unta yang bernana  al-qashwa,  selama satu hari satu makam.

Setiba'nya di Mina Rasulullah mengerjakan salat Zuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Subuh.

Kemudian duduk sambil menunggu matahari tetbit.

Dan pagi hari yang betepatan dengan hari Arafah (9 Dzulhijjah, tahun 10 H) Rasulullah meninggalkan Mina menuju Arafah.

Tapi tidak langsung menuju Srafah, melainkan menyuruh para sahabat membuat tenda untuk berkemah di Namirah, dekat Arafah.

Baru pada waktu wukuf (saat matahari tergelincir) dengan mengendarai Al-Qashwa, kembah Wadi Aranah (Bathnul Wadi).

Di tempat inilah Rasulullah menyampaikan Kotbah Wada, kotbah perpisahan. (Untuk isi kotbah wada bisa di baca nanti di postingan yang lain'nya).

Usai menyampaikan kotbah, Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian memiliki pertanyaan tentang sesuatu dariku, sekarang apa yang akan kalian katakan?
Katakanlah! "Para sahabat menjawab," kami menyaksikan bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan dan menasihati kami.

Maka berkatalah Rasulullah, sambil mengangkat jari telunjuk'nya ke arah langit dan menunjuk kearah orang banyak, "Allahumma isyhad 3X, Ys Allah saksikanlah ini."

Setelah itu Radulullah menyuruh Bilal azan, karena waktu salat Zuhur sudah tiba.

Pada saat inilah Rasulullah melaksanakan jamak takdim, yaitu salat Asar di bawa ke Salat Zuhur dengan dengan dia iqamat.

Dia tidak salat apapun di antara kedua salat tersebut.
Usai salat Rasul kembali mengendarai Al-Qashwa, menuju tempat wukuf di tengah-tengah Arafah di kaki bukit jabal Rahmah.

Di sinilah Rasul wukuf dan menghadap kiblat dan berdoa, berzikir terus sampai matahari terbenam.

Usai wukuf, Rasul meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah.
Ketika menarik unta, ia mengangkat tangan kanan, memberi sinyal akan berangkat sambil berujar, "Assakiinah, assakiinah, Hai manusia tenanglah, tenanglah."

Rasul mengatakan demikian, karena melihar para sahabat berebut agar lebih cepat meninggalkan Arafah menuju Mina.

Setiba'nya di Muzdalifah, sebuah lembah sepanjang 4 kilometer, yang terletak antara lembah, Mauhassir sebelah Barat dan Al-Makzamin sebelah Timur, Rasulullah melaksanakan salat jamak Takhir Magrib dan Isya.

Dengan satu adzan dan dua iqamat dan tidak salat Sunah apapun antara kedua'nya.

Malam sampai terbit fajar untuk mempersiapkan energi, menjelang pelemparan jumrah di Mina, tetap dengan tunggangan'nya Al-Qashwa.

Di tengah perjalanan, tepat'nya di suatu tempat yang disebut Al-Masyaril Haram (sebuah bukit yang terletak di perbatasan Muzdalifah), Rasulullah berhenti dan menghadap Kiblat, berdoa dan bertakbir, "Allahu Akbar, laa ilaha illallah, wahdahu laa syarikalah."

Pada hari yang sama, sebelum matahari terbit, Rasulullah tiba di Muhassir, Mina.
Dari tempat ini akan lebih dekat untuk melontar jumrah.

Jumrah Aqobah dalam hadis tersebut "Jumrah Indas syajarah", jumrah dekat pohon ".
Dan sebutkan juga, ditempat ini juga, sebelumnya tim Gajah pimpinan Abrahah terkapar dan kalah karena serangan burung ababil.

Rasulullah melempar Jumrah Aqobah tujuh kali dengan diselingi takbir, yang dikakukan dari Bathnul Wadi.

Selasai melontar jumrah Aqobah, Rasulullah pergi ke tempat pemotongan kurban dan Rasul mengorbankan 100 ekor unta-yang 63 ekor dipotong sendiri oleh Rasulullah-sementara 37 ekor sisa'nya diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk memotong'nya.

Rasul menyuruh para sahabat untuk mengambil sepotong daging dari setiap kurban.

Usai melakukan pemotongan kurban, Rasulullah meninggalkan Mina menuju Masjidil Haram, Mekkah, untuk melakukan tawaf ifadah yang juga disebut tawaf rukun, karena bagian dari rukun haji yang tidak bisa ditinggalkan.

Rasulullah melaksanakan salat zuhur di Masjidil kompres dingin, kemudian mendatangi dan jamu minum oleh Bani Abdul Muthalib. yang mengurus air zam-zam.!
Cukup sekian dulu dan liat postingan yang lain'nya. !!!
Perjalanan Haji Rasulullah SAW

No comments:

Post a Comment

Perjalanan Haji Rasulullah SAW

  "Khudzuu'anni manaasikakum (Ambilah dariku pelaksanaan manasik hajimu atau ikutilah Demikianlah sabda Rasulullah tentang p...